Workshop Cap Batik Kreatif Berbasis Kertas Daur Ulang

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Dalam rangka melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Pendidikan Kriya, Fakultas Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 30 April 2026 menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Cap Batik dari Limbah Kertas dan Teknik Penerapannya yang bertempat di MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan 4 orang dosen, yaitu Dr. Muhajirin S.Sn., M.Pd sebagai ketua dan anggota Danti Rizki Amalia, M.Pd, Reza Pahlawan, M.Pd, Cholis Mahardhika, M.Pd, serta didampingi oleh 5 mahasiswa sebagai fasilitator lapangan.

Peserta kegiatan terdiri dari 20 orang guru dan 5 siswa MAN 2 Yogyakarta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Tawaran kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh pihak madrasah karena selaras dengan program yang telah berjalan, yaitu pemanfaatan limbah kertas menjadi produk bernilai guna. Sebelumnya, limbah kertas telah diolah menjadi kerajinan seperti vas bunga, melalui workshop ini, inovasi tersebut dikembangkan ke arah yang lebih kreatif dan bernilai seni tinggi, yaitu dalam bentuk cap batik.


Keunikan workshop ini terletak pada pemanfaatan limbah kertas sebagai bahan utama pembuatan cap batik. Limbah kertas diolah melalui proses kreatif hingga menjadi alat cap yang memiliki tekstur khas dan mampu menghasilkan motif unik. Berbeda dengan cap batik konvensional berbahan logam atau kayu, cap dari limbah kertas lebih ringan, fleksibel, dan mudah dibuat, sehingga sangat aplikatif untuk pembelajaran di madrasah. Selain itu, penggunaan limbah kertas membuka ruang eksplorasi motif yang lebih bebas dan inovatif, sekaligus mengedukasi peserta tentang pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Pendekatan ini juga mengintegrasikan nilai seni, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan yang utuh dan kontekstual.

Adapun tujuan dari workshop ini antara lain meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam memanfaatkan limbah kertas menjadi produk seni batik yang bernilai. Memberikan pemahaman tentang bahan, alat, dan teknik pembuatan cap batik dari limbah kertas. Melatih keterampilan praktis peserta dalam menerapkan teknik cap batik pada kain. Menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah berbasis prinsip reduce, reuse, recycle

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Dalam sambutannya, perwakilan dari pihak pendidikan kriya UNY Cholis Mahardhika, M.Pd  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Disampaikan bahwa ilmu kriya tidak hanya dipelajari secara teoritis di kampus, tetapi harus dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di lingkungan madrasah.

Selanjutnya, Kepala MAN 2 Yogyakarta Hartiningsih, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap workshop ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kreativitas guru dan siswa serta memperkuat budaya peduli lingkungan di madrasah.

Memasuki sesi inti, penyampaian materi teori terkait bahan, alat, serta teknik pembuatan dan penerapan cap batik dari limbah kertas disampaikan oleh dosen pendidikan kriya Danti Rizki Amalia, M.Pd. Materi disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif sebelum memasuki tahap praktik.

Setelah sesi teori, peserta langsung diajak untuk mempraktikkan pembuatan cap batik dari limbah kertas serta teknik penerapannya pada kain. Dengan pendampingan dari para dosen dan mahasiswa, peserta mampu menghasilkan berbagai kreasi motif batik yang unik dan menarik. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh semangat, terlihat dari antusiasme peserta dalam mencoba berbagai teknik dan mengeksplorasi ide kreatif mereka.

Kerja sama antara UNY dan MAN 2 Yogyakarta ini memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak. Bagi pihak kampus, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, sehingga ilmu yang dimiliki tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diaplikasikan secara langsung dan memberikan dampak positif. Sementara itu, bagi pihak madrasah, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pembelajaran secara gratis dari para pakar di bidang kriya. Guru dan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang utuh, mulai dari teori hingga praktik membatik cap menggunakan limbah kertas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan limbah di lingkungan madrasah serta meningkatnya kreativitas warga madrasah dalam menghasilkan karya yang bernilai seni dan ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menciptakan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini. ( Khusnul Daroyah )


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp