Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Sebuah cerita yang sederhana dapat menghadirkan renungan yang mendalam tentang kehidupan. Hal tersebut terasa dalam kegiatan literasi “Baca, Balik, Cerita” yang kembali berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, Zahira Anindya Arifin, siswi kelas X G, membagikan pengalaman membaca buku Dona Dona karya Toshikazu Kawaguchi.
Dalam sesi cerita,
Zahira mengungkapkan bahwa Dona Dona menghadirkan kisah yang menyentuh tentang
kehidupan, hubungan antarmanusia, serta berbagai pilihan dan perasaan yang
menyertai perjalanan seseorang. Cerita dalam buku tersebut mengajak pembaca
untuk melihat kembali arti kebersamaan, kehilangan, harapan, dan pentingnya
menghargai waktu bersama orang-orang yang berarti.
Menurut Zahira,
salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari buku tersebut adalah pentingnya
menghargai setiap momen dalam kehidupan. Waktu yang telah berlalu tidak dapat
kembali, sehingga seseorang perlu lebih menghargai orang-orang yang hadir dalam
hidupnya dan tidak menunda untuk menyampaikan perhatian, kasih sayang, maupun
hal-hal baik kepada mereka.
“Menurut saya,
buku ini membuat kita lebih menghargai waktu dan orang-orang yang ada di
sekitar kita. Kita tidak pernah tahu kapan sebuah pertemuan menjadi kenangan,”
ujar Zahira.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti, mengaku senang mendengarkan cerita yang disampaikan
Zahira. Menurutnya, Zahira mampu menyampaikan isi buku dengan bahasa yang
sederhana, tetapi tetap menghadirkan pesan yang kuat bagi pendengarnya.
“Saya senang
mendengarkan cerita Zahira karena ia tidak hanya menyampaikan kembali isi buku,
tetapi juga mampu menangkap pesan kehidupan yang ada di dalamnya. Ini yang
membuat kegiatan membaca menjadi lebih bermakna,” tutur Nuryanti.
Kegiatan tersebut
menjadi bagian dari program “Baca, Balik, Cerita”, yang mendorong siswa untuk
tidak berhenti pada aktivitas membaca. Setelah membaca buku, siswa diajak
mengembalikan buku, menceritakan kembali isi bacaan, menyampaikan ulasan, dan
berbagi pengalaman membaca kepada orang lain.
Melalui kegiatan
sederhana tersebut, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus berupaya membangun
budaya literasi yang hidup dan menyenangkan. Setiap cerita yang dibagikan siswa
menjadi kesempatan untuk belajar, berefleksi, sekaligus menemukan makna baru
dari sebuah buku. (nur)
Berikan Komentar