Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Ada buku yang tidak sekadar dibaca, tetapi juga mengajak pembacanya merenungkan arti sebuah hubungan dan berharganya waktu bersama orang-orang tercinta. Kesan itulah yang tergambar dalam review buku Yang Fana Adalah Waktu karya Sapardi Djoko Damono yang disampaikan oleh Zaura Avicenna Ma'suma, siswi kelas XH MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan Selasa (20/10/2026), pukul 12.30 WIB, bersama Pustakawan Nuryanti, A.Md., di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.
Dalam ulasannya,
Zaura menceritakan bahwa buku tersebut mengisahkan seseorang dalam menjalin
sebuah hubungan. Baginya, hubungan itu abadi, sedangkan yang fana adalah waktu.
Pemahaman sederhana tersebut menyimpan makna mendalam tentang bagaimana waktu
terus berjalan, sementara kenangan dan ikatan emosional dapat tetap hidup dalam
hati.
Zaura mengaku
bahagia selama membaca buku tersebut. Ia juga menangkap pesan moral yang
penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni menghargai
orang-orang yang menyayangi kita selama mereka masih ada. Sebuah pengingat
bahwa kasih sayang tidak seharusnya baru disadari nilainya ketika kesempatan
untuk menunjukkannya telah berlalu.
Pustakawan
Nuryanti, A.Md., mengaku sangat tersentuh dengan ulasan Zaura. Menurutnya,
pesan yang disampaikan Zaura mengingatkan kita bahwa waktu bersama orang-orang
terkasih merupakan anugerah yang tidak dapat diputar kembali. Menghargai
kehadiran, memberikan perhatian, dan mengungkapkan kasih sayang selagi ada
kesempatan merupakan hal sederhana yang memiliki arti besar.
“Waktu boleh
berlalu, tetapi kebaikan dan kasih sayang yang kita berikan dapat menetap dalam
ingatan. Karena itu, jangan menunda untuk menghargai orang-orang yang berarti
dalam hidup kita. Selagi masih ada waktu, tunjukkanlah kasih sayang melalui
perhatian dan perbuatan nyata,” tutur Nuryanti.
Sementara itu,
Zaura menyampaikan bahwa “membaca buku ini memberikan kebahagiaan sekaligus
pelajaran tentang pentingnya menghargai orang-orang yang menyayangi kita. kehadiran
seseorang tidak boleh dianggap biasa, sebab setiap kebersamaan memiliki waktu
dan kesempatan yang perlu dijaga”.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari CALITA (Baca Balik Cerita), program literasi Perpustakaan
MAN 2 Yogyakarta yang mendorong siswa untuk tidak hanya membaca buku, tetapi
juga memaknai apa yang dibaca kemudian membagikan pemahaman, pengalaman, dan
pesan moral yang diperoleh dari bacaan mereka.
Melalui CALITA, setiap ulasan menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan.
Dari Yang Fana Adalah Waktu, Zaura mengajak kita memahami satu hal sederhana: jangan sampai kesibukan membuat kita lupa menghargai mereka yang menyayangi kita. Sebab, waktu tidak pernah berhenti, tetapi kasih sayang yang tulus dapat meninggalkan jejak yang abadi. (nur)
Berikan Komentar