Zaura Avicenna Ma’suma Meceritakan Hujan, Kepolosan, dan Cara Orang Dewasa Memandang Dunia dalam Puisi Joko Pinurbo Di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Zaura Avicenna Ma’suma Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta)  – Hujan bagi anak-anak bisa menjadi alasan untuk tertawa dan bermain, tetapi bagi orang dewasa, rintik air yang jatuh dari langit terkadang menyimpan beragam kekhawatiran. Perbedaan cara pandang itulah yang menarik perhatian Zaura Avicenna Ma’suma, siswi kelas XH MAN 2 Yogyakarta, ketika membaca buku Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo.

Dalam kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) yang berlangsung pada Kamis (8/10/2026) pukul 15.30 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Zaura berbagi kesan tentang puisi “Hujan Khong Guan” bersama Pustakawan Nuryanti A.Md

Bagi Zaura, puisi tersebut menghadirkan gambaran jiwa anak-anak yang polos dan mampu menikmati hujan melalui permainan sederhana. Mereka tidak sibuk memikirkan makna di balik hujan, melainkan merasakan kebahagiaan dari setiap tetes air yang membasahi tubuh dan lingkungan sekitar.

Sebaliknya, orang dewasa kerap memaknai hujan dengan berbagai tafsir, mulai dari persoalan hingga kekhawatiran yang terkadang membuat hujan terasa menakutkan. Gambaran ini mengajak pembaca merenungkan bagaimana bertambahnya usia dapat mengubah cara seseorang menikmati hal-hal sederhana.

“Bagian yang paling berkesan bagi saya adalah puisi ‘Hujan Khong Guan’. Saya menyukai gambaran anak-anak yang bisa menikmati hujan dengan polos dan bahagia. Saya tidak ingin kehilangan cara pandang seperti itu ketika dewasa,” ungkap Zaura saat berbagi kesan membaca.

Nuryanti mengaku tersentuh oleh refleksi yang disampaikan Zaura. Menurutnya, puisi tersebut mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan, orang dewasa terkadang perlu belajar kembali menikmati kebahagiaan sederhana yang dahulu terasa begitu dekat.

“Bagi saya, puisi ini menjadi pengingat bahwa kedewasaan tidak seharusnya membuat kita kehilangan kemampuan untuk bersyukur dan menikmati hal-hal sederhana. Ada kalanya kita perlu melihat dunia dengan hati yang lebih jernih, tanpa membiarkan kekhawatiran mengambil seluruh ruang kebahagiaan kita,” tutur Nuryanti.

Melalui Calita, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong siswa untuk membaca secara mendalam, mengungkapkan pemikiran, dan menemukan makna personal dari setiap karya. Sebab, sebuah buku tidak hanya menawarkan cerita untuk dibaca, tetapi juga membuka ruang perenungan yang dapat memperkaya cara seseorang memahami kehidupan.

Dari puisi tentang hujan, Zaura mengajak pembaca mengingat satu hal sederhana: jangan sampai kesibukan menjadi dewasa membuat kita lupa bagaimana rasanya bahagia hanya karena hujan turun. (nur)


wa Chat via WhatsApp