Zaura Avicenna Ma’suma Petik Makna Pendewasaan Diri dari Buku Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Zaura Avicenna Ma’suma Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kerinduan tidak selalu tentang keinginan untuk kembali kepada seseorang. Terkadang, kerinduan justru menjadi ruang untuk memahami diri, menerima masa lalu, dan menemukan makna kehidupan yang sesungguhnya. Pesan inilah yang dipetik Zaura Avicenna Ma’suma, siswi kelas X H MAN 2 Yogyakarta, setelah membaca buku Rindu yang Baik untuk Kisah yang Peluk karya Boy Chandra.

Zaura mengulas buku tersebut pada Kamis (29/10/2026) pukul 12.45 WIB bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta melalui program CALITA (Baca Balik Cerita).

Buku tersebut mengisahkan catatan perjalanan seseorang yang merindukan sosok yang kini telah menjadi asing. Di balik kerinduan dan kepedihan yang dirasakan, tersimpan harapan bahwa setiap pengalaman pahit dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan diri. Pada akhirnya, perjalanan tersebut diharapkan mengantarkan seseorang pada kebahagiaan dan pemahaman tentang makna hidup yang sesungguhnya.

Bagi Zaura, salah satu pesan penting dari buku tersebut adalah agar seseorang tidak terus-menerus terpaku pada keputusan masa lalu. Ia menyadari bahwa keputusan yang pernah diambil tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan terbaik untuk selamanya. Seiring berjalannya waktu, seseorang dapat belajar dari pengalaman dan menentukan pilihan yang lebih baik pada masa sekarang.

Nuryanti mengaku senang mendengar ulasan Zaura yang mampu menangkap pesan mendalam dari buku yang dibacanya. Menurutnya, kemampuan mengambil pelajaran dari sebuah bacaan menunjukkan bahwa literasi tidak berhenti pada kegiatan memahami isi buku, tetapi juga menjadi proses refleksi untuk mengenali diri dan memaknai pengalaman hidup.

“Setiap orang memiliki masa lalu dan cerita yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Namun, kita tidak perlu terus-menerus terikat pada keputusan yang telah berlalu. Selama masih ada kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri, kita dapat memilih langkah yang lebih baik. Buku seperti ini mengajak kita untuk berdamai dengan pengalaman, mengambil hikmahnya, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana,” ungkap Nuryanti.

Zaura menyampaikan bahwa buku tersebut memberikan sudut pandang tentang bagaimana kepedihan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kedewasaan. Baginya, masa lalu bukanlah sesuatu yang harus terus disesali, melainkan pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Melalui ulasan tersebut, Zaura mengajak pembaca untuk tidak membiarkan keputusan masa lalu membatasi langkah pada masa kini. Setiap hari memberikan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menentukan pilihan yang lebih baik demi masa depan. CALITA, Membaca untuk Memaknai Kehidupan (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp