Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kemenangan bukan sekadar angka, tetapi buah dari disiplin, keberanian, dan mental juang yang matang. Prinsip tersebut terwujud lewat prestasi gemilang Zulfikar Faizul Azzam, peserta didik Kelas XF Kelas Khusus Olahraga (KKO) MAN 2 Yogyakarta, yang berhasil meraih Juara 1 pada Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat Pelajar Se-Kota Yogyakarta kategori Tunggal Baku Remaja Putra.
Kejuaraan yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Yogyakarta ini berlangsung selama 21–23 Januari 2026 di GOR Wanabhakti Yasa dan diikuti ratusan atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Kejurkot Pencak Silat Pelajar Kota Yogyakarta merupakan salah satu ajang olahraga prestasi yang dirancang sebagai wahana pembinaan atlet muda sekaligus menjaga kelestarian pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Gelaran ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang dalam sambutannya mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, semangat juang, dan nilai karakter positif sepanjang kompetisi berlangsung. (Sumber: Kabar Sembada)
Zulfikar menunjukkan performa luar biasa sejak babak awal hingga final, memperlihatkan teknik yang matang dan pengendalian mental yang solid di tengah tekanan pertandingan. Dengan meraih gelar juara pertama, ia mempertegas eksistensi KKO MAN 2 Yogyakarta sebagai program unggulan yang konsisten mencetak atlet pelajar berprestasi. Prestasi ini tentunya menjadi kebanggaan tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga keluarga besar pencak silat pelajar Kota Yogyakarta.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas capaian yang diraih Zulfikar. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras, disiplin latihan, serta dukungan penuh dari pelatih, pembina, dan orang tua. Menurutnya, prestasi olahraga merupakan bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik yang mencerminkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
“Prestasi Zulfikar adalah bukti bahwa pendidikan di MAN 2 Yogyakarta memadukan kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter. Kami berharap capaian ini tidak hanya menjadi prestasi sesaat, tetapi motivasi untuk terus mengasah kemampuan, menjaga etika bertanding, serta membawa nama baik madrasah di ajang yang lebih tinggi,” ujar Hartiningsih.
Lebih lanjut, Hartiningsih berharap program KKO MAN 2 Yogyakarta dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam memfasilitasi bakat olahraga prestasi. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus memperkuat pembinaan olahraga sebagai bagian dari visi mewujudkan Madrasah Unggul yang Berakhlak, Berprestasi, dan Berkarakter.
Kejurkot Pencak Silat Pelajar 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran disiplin, sportivitas, serta pengembangan diri para atlet muda. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan silat di Yogyakarta, ajang ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi atlet-atlet berpotensi untuk berkiprah di tingkat provinsi bahkan nasional.
Prestasi Zulfikar Faizul Azzam menjadi simbol kuat bahwa kerja keras dan tekad akan selalu membuahkan hasil. Ke depan, ia diharapkan terus mengukir prestasi, menjadi inspirasi bagi teman-temannya, serta mengharumkan nama MAN 2 Yogyakarta dan Kementerian Agama Republik Indonesia di berbagai kompetisi selanjutnya. (pusp)
Berikan Komentar